I Love Words. And I Am Loved by Words.
Ada satu mata kuliah keneh, keren aneh, di semester ini, Analisis Eksistensial. Kita belajar untuk mendalami seseorang sampai kita tahu perasaan-perasaan terdalamnya, aspirasi hidupnya, sampai kita bisa menjelaskan dia dalam satu kata. Lalu tiba-tiba minggu lalu teman-teman saya diminta membuat 5 pertanyaan penting untuk ditanya pada oranglain (tampaknya begitu). Berikut kompilasi jawaban saya (Kira-kira saya orang seperti apa ya?)
Pertanyaan Andhita:
1. Apa itu hidup?
2. Bagaimana cara kita menemukan hidup?
3. Apa yang harus dilakukan bila kita sedang berada di dalam titik terendah kehidupan?
4. Mengapa ada banyak pertanyaan tentang hidup?
5. Mana yang lebih baik; hidup dengan topeng, atau hidup dengan naif?
Jawaban saya:
1. Proses misterius yang membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada, sampai tiba-tiba kita punya sebuah dunia sendiri dimana kita bisa merasa, mencipta, dan memakna.
2. Bangun. Rasakan bahwa kamu hidup, dan semua ini adalah dunia kamu, dan apa yang kamu rasakan dan alami terserah pada kamu.
3. Melihat kembali hidup kita dan mencari tahu maknanya.
4. Karena hidup itu misterius, tidak ada satu penjelasan singkat untuk membuat orang mengerti segala tentang hidup. Mungkin tidak ada awal dan akhirnya juga. Karena kita pernah ada dan aku tidak yakin akhirnya akan pernah tiada, walau sudah tidak bernyawa.
5. Tergantung yang mana yang membuat nyaman.
Pertanyaan Maria Yosephina:
1. Banyak orang bilang ”Menikah adalah sebuah pilihan.” Lalu pernahkah kalian mendengar bahwa “Tidak menikah adalah juga sebuah pilihan”? Bagaimana pendapatmu tentang orang-orang yg memutuskan untuk tidak menikah, tapi juga tidak hidup dalam suatu ‘kuil’ atau ‘biara’ atau menjadi pertapa?
2. Kebetulan terinspirasi seorang pastor : Seringkali kita mendengar jika ada orang yg merasa tersakiti/ mengalami ketidakadilan, ia akan berkata pada lawannya “TUNGGU PEMBALASANKU” atau“TUNGGU KUTUKANKU” atau “TUNGGU SANTETKU.” Menurutmu, mengapa hampir tidak pernah ada yg mengatakan “TUNGGU PENGAMPUNANKU” ketika mengalami situasi demikian? Apakah kamu menganggap orang yg mengampuni adalah seorang pembiak dan penyubur terjadinya kejahatan?
3. Tahukah kamu bahwa penulis terkenal J.K. Rowling memutuskan hubungan dan enggan berdamai dengan ayah kandungnya sendiri? Terlepas dari latar belakang budaya Barat atau Timur, menurutmu apakah hal itu mungkin dan wajar dilakukan seorang anak kepada orang tua yg telah mendidik dan membesarkannya? Bagaimana menurut keyakinan dan pandanganmu sendiri?
4. “Falling in Love.” Merasa aneh ga? Kata pertama berarti “jatuh” lho, yg kalo dirasa-rasa ya perih-sakit-nyut2an gimanaaaa… Tapi kenapa ya banyak orang ga bosen-bosennya mengalami hal itu berkali-kali tak terhingga dalam hidup? Sakit, tapi kok mau lagi. Apa artinya “jatuh cinta” yg kamu yakini sendiri?
5. Menurutmu, bagaimana cara seorang manusia dapat “mencintai” dirinya sendiri? Kapan kamu bisa mengatakan bahwa seseorang sungguh “menerima” dan “mencintai” dirinya sendiri?
Jawaban saya:
1. Menikah itu salah satu cara yang orang pilih untuk memenuhi kebutuhannya atau mengaktualisasikan dirinya. Tapi kalau dia merasa dia tidak membutuhkannya, kalau dia merasa makna yang dia cari bukan dengan ikatan dan dengan cinta orang lain, kenapa tidak?
2. Butuh hati yang lebih luas dari lapangan bola untuk melihat bahwa tidak ada yang akan kita dapatkan dari menyakiti orang lain. Bukan tidak mungkin, tapi orang butuh pengalaman itu; bahwa bagaimanapun dia menyakiti orang lain, rasa marahnya tidak akan pernah habis dan dia sedang menyakiti diri dia sendiri.
3. Hubungan orangtua dan anak itu unik, ikatannya, intensitasnya. Mereka yang ada sejak kita kecil (kalau mereka tidak meninggalkan kita) dan mereka yang berpengaruh besar sampai kita menjadi kita saat ini. Ada yang intensnya menyakitkan, ada yang intensnya mendamaikan. Dampaknya pada anak juga unik. Kadang sakit hati atau luka yang disebabkan orangtua juga bisa begitu intens dan destruktif bagi anak. Tapi kalau ikatan itu pernah ada, hubungan seburuk apapun, pemutusan total tidak akan mungkin terjadi. Anak itu sedang mengeringkan darahnya sendiri.
4. Reaksi di antara dua orang, yang membuat salah satu atau kedua orang itu merasa bahwa dia bisa memberikan sesuatu pada seseorang dan mendapatkan sesuatu kembali. Perasaan membutuhkan, dibutuhkan. Sakit, kalau berjalan buruk ke depannya, tapi begitu alaminya perasaan itu sampai orang tidak bisa lari dari cinta.
5. Kalau dia merasa bahwa seperti apapun dirinya, semuanya adalah bagian dari rencana yang besar. Bahwa kelebihan dan kekurangannya diciptakan agar dia bisa menarik dan membuat makna dari hidupnya, dan bisa mempelajari begitu banyak hal tentang hidup dari dirinya sendiri.
Pertanyaan Ratu Annissa:
Jawaban saya:
1. Masih dicari. Aku pikir aku tahu, tapi ternyata tidak sesederhana itu. Tapi pada dasarnya aku mau satu: aku mau memberi pada diriku sekaligus pada oranglain.
2. Kematian itu ketika kita tidak sadar kita hidup dan ketika kita tidak mengakui bahwa kita memiliki dunia kita yang bebas, dimana kita bebas memilih, membuat keputusan, tentang apa yang kita rasakan dan alami. Berarti orang itu mati.
3. Yang namanya pilihan adalah satu hal yang seseorang putuskan secara sadar sebagai dirinya. Definisi gagal itu terlalu luas untuk menyatakan pilihannya gagal atau tidak. Ketika dia berhasil memilih, walau ternyata tidak seperti pemikirannya, setidaknya dia telah memilih secara bebas dan menjadi manusia. Dia bisa terus berusaha atau melihat pilihan itu sebagai jawaban lain dari pertanyaannya, mungkin awal dari pilihan baru. Manusia tidak bisa hidup tanpa pilihan.
4. Tidak. Tapi agama memang alat yang kuat untuk melakukan sesuatu, baik dalam politik atau sosial.
5. Karena kadang orang tidak bisa melihat bagaimana orang lain melihat dunia. Pemikirannya masih seperti anak kecil: semua orang berpikir seperti dia. Tidak ada perspektif lain yang mungkin, katanya.
Pertanyaan Lidya Agnes Gultom:
Jawaban saya:
1. Sampai dia mengerti kenapa orang itu pernah tercipta, mengapa orang itu sampai di”takdir”kan untuk menyakitinya, dan apa yang dia pelajari dari rasa sakit itu, makna lebih besar yang bisa dia hayati, rasanya pemaafannya akan parsial dan bohong.
2. Karena dia takut dibenci orang lain. Karena dunia ini seakan mempersyaratkan orang untuk punya dua dunia; dunia yang bisa diterima orang lain dan yang tidak bisa.
3. Tidak sesat. Justru saya ingin melihat Tuhan pada berbagai situasi, pada saat segalanya tenang, ribut, marah, sedih, bahagia. Saya ingin punya perspektif yang lengkap tentang dia. Bukan seperti yang orang lain bilang pada saya, saya biarkan Dia melihat saya dan saya mencoba melihat Dia.
4. Tanpa masa lalu, apa masa depanmu? Tidak ada. Tidak ada masa kini untuk masa depan tanpa masa lalu yang membentukmu.
5. Dia akan tahu bahwa pilihan pribadi pun tidak akan mengubah apa yang harus terjadi pada dirinya. Dia akan kehilangan makna yang diberikan hidup padanya untuk ditempatkan di sebuah tempat dimana dia seharusnya.
Pertanyaan Ienez Prameswari:
- Cinta itu apa?
- Mana yang lebih baik? Mudah khawatir atau mudah tenang?
- Seperti apa orang yang bodoh itu?
- Jika setiap manusia memiliki jalan hidup masing-masing, mengapa manusia sibuk memilih?
- Untuk apa agama dibeda-bedakan kalau semuanya mengajarkan kita untuk berperilaku baik?
Jawaban saya:
1. Reaksi di antara dua orang, yang membuat salah satu atau kedua orang itu merasa bahwa dia bisa memberikan sesuatu pada seseorang dan mendapatkan sesuatu kembali. Perasaan membutuhkan, dibutuhkan.
2. Tidak ada yang baik dari yang terlalu terombang ambing ke tenang atau khawatir.
3. Yang merasa diri dia pintar.
4. Karena jalan hidup yang sejati itu tidak akan terlihat tanpa pilihan sendiri.
5. Karena ada agama-agama yang berbeda dalam aspek-aspek tertentu seperti pandangan tentang Tuhan atau ritualnya. Orang bisa melihat bahwa mereka “sama saja” atau melihat mereka dalam kotak-kotak itu. Rasanya dua-duanya perlu.
Kalau ada yang tidak setuju… Ya pasti ada saja yang tidak setuju sih :)) Ini cuma jawaban saya sendiri. Tidak ada benar salah kan?
-
yukishakura reblogged this from lovedbywords and added:
terimakasih buat inspirasinya >.
-
yukishakura liked this
-
yukishakura said:
kereeen ;__;.. dalem bgt kk jawaban2nya.. terimakasih sudah memberi inspirasi bagi saya :)
-
adrianelinerush liked this
-
lovedbywords posted this